HABARI.ID I Indeks keuangan Gorontalo tahun 2026 khususnya inklusi keuangan di Provinsi Gorontalo, tercatat melampaui rata-rata inklusi keuangan Nasional.
Hal ini terungkap dalam media meet up dilaksanakan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua), Senin (05/10/2026) di Hotel Aston Gorontalo bersama sejumlah media baik cetak dan elektronik.
Fuad Zaen, Kepala LPS Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua) jelaskan, dari hasil survey nasional yang dilakukan LPS inklusi keuangan di Provinsi Gorontalo tahun 2026 mencapai 95,52 persen.
“Inklusi keuangan di Provinsi Gorontalo ini, melampaui rata-rata nasional yang hanya 93,52 persen. Artinya, kami menilai masyarakat di Provinsi Gorontalo begitu berani mengambil keputusan dalam finansial,” ujarnya.
Namun lanjut Fuad Zaen, yang menjadi catatan serius dari indeks literasi keuangan tahun 2026 di Provinsi Gorontalo, dimana literasi keuangan di Provinsi Gorontalo tahun 2026, hanya 65,29 persen.
“Ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, termasuk rekan-rekan media untuk bagaimana mengedukasi masyarakat, tetang betapa pentingnya pemahaman keuangan atau literasi keuangan ..,”
“Karena, dengan adanya pemahaman keuangan bagi masyarakat, bisa membuat seseorang mampu mengelola keuangan dengan bijak, terhindar dari utang menumpuk dan tidak tertipu dari investasi bodong apalagi judol atau judi online,” pungkasnya.
Diketahui dalam kegiatan media meet up yang dilaksanakan LPS, dihadiri langsung narasumber yang juga akademisi UNG (Universitas Negeri Gorontalo), yakni Sukma Nurilawati Botutihe.(bm/habari.id).






