Ketika Yang Muda Memotivasi Yang Lebih Muda

oleh
muda
Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan F. Kono, saat memotivasi seorang anak yang hendak menjalani vaksinasi di Kelurahan Molosipat U.

HABARI.ID I Dari luar pintu masuk Kelurahan Molosipat U, padangannya terfokus pada seorang anak yang masih berusia sekitar 12 tahun. Memakai baju warna hijau, berdiri gagah mengenakan masker, dan tanpa ada rasa takut menyaksikan proses penyuntikan vaksin kepada warga, di ruang kelurahan tersebut Rabu (25/08/2021).

Saking penasarannya, Ia menghampiri sosok anak yang masih duduk di bangku sekolah itu. Berbicang, memotivasi serta mengedukasi anak tersebut di tengah pelaksanaan vaksinasi.

Dia siapalagi kalau bukan Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan F. Kono, pejabat muda yang memotivasi mereka lebih muda demi kebaikan di tengah pandemi Covid-19.

“Tadi yang menarik dalam pelaksanaan vaksinasi di Kelurahan Molosipat U, saya melihat anak sekitar 12 tahun berani mengikuti vaksinasi ..,”

“Saya sebagai kaum muda, sangat bangga dengan sosok anak lebih muda dari saya, karena berani maju untuk kebaikan dirinya, keluarganya serta daerah ..,”

“Kebanggaan tersendiri bagi saya. Melalui vaksinasi ini, anak tersebut secara tidak langsung andil memerangi pandemi Covid-19, bersama Pemerintah Kota Gorontalo dan aparat hukum,” terangnya.

Ia jelaskan, program vaksinasi terhadap anak usia 12 tahun sampai 17 tahun di Kota Gorontalo, sesuai data per Selasa (24/08/2021) sudah mencapai 2.952 jiwa. Diantaranya dosis I 9,54 persen dan dosis II 4,81 persen.

“Hari ini (Rabu.red), saya meninjau dua titik pelaksanaan vaksinasi termasuk di Kelurahan Molosipat U. Pelaksanaan vaksinasi terhadap anak usia 12 tahun sampai dengan 17 tahun terus kami lakukan ..,”

“Dan dari data Dinas Kesehatan Kota Gorontalo per Selasa (24/08/2021), kategori remaja sudah mencapai 2.952 jiwa. Kami berharap, ini bisa terus meningkat,” ungkapnya.

Pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 12 tahun sampai dengan 17 tahun, seperti kabar yang beredar berkaitan dengan pelaksanaan kembali program PTM atau pembelajaran tatap muka.

“Memang benar, dalam pelaksanaan PPKM level III oleh daerah, sudah memperbolehkan pelaksanaan PTM di setiap lembaga pendidikan, dengan memenuhi ketentuan yang sudah diatur dalam keputusan empat menteri ..,”

“Namun, seperti Pak Wali Kota Gorontalo, Bapak Marten Taha katakan sebelumnya, Pemerintah Kota Gorontalo sendiri belum bisa mengambil sikap untuk melaksanakan PTM ..,”

“Alasannya, PTM ini berkaitan dengan keamanan serta kenyamanan warga sekolah untuk beraktivitas, sehingga perlu adanya pertimbangan dan persiapan yang matang,” pungkasnya.(bnk/habari.id).

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *