Keanekaragaman Hayati Boliyohuto di Ambang Kehancuran Akibat Alat Berat PETI

oleh
oleh

HABARI.ID – Kawasan Hutan Produksi (HP) Boliyohuto kini tengah menghadapi ancaman serius yang mengintai kelestarian flora dan faunanya. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan alat berat jenis ekskavator dilaporkan semakin masif merambah jantung hutan.

Penggunaan mesin-mesin raksasa ini tidak hanya mengeruk emas, tetapi juga menghancurkan struktur tanah dan vegetasi asli yang menjadi penyangga kehidupan. Keanekaragaman hayati yang seharusnya dijaga kini berada di titik nadir akibat kerakusan eksploitasi ilegal.

Lokasi yang paling terdampak berada di wilayah Dulamayo, Desa Pilomonu, Dusun Pasir Putih, Kecamatan Mootilango. Di titik inilah, alat berat bekerja tanpa henti, mengubah bentang alam hijau menjadi kawah-kawah berlumpur yang mati.

Dampak dari rusaknya hutan ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Aliran sungai yang menjadi urat nadi kehidupan kini berubah warna menjadi keruh pekat, menandakan adanya sedimentasi tinggi akibat pengupasan lahan di hulu hutan Boliyohuto.

Jika menilik ke belakang, upaya penyelamatan sebenarnya pernah dilakukan pada tahun 2023 oleh Tim Operasi Gabungan Gakkum KLHK Sulawesi. Saat itu, berbagai instansi termasuk Polda Gorontalo dan Kejaksaan Tinggi bersatu untuk menghentikan kehancuran ini.

Namun, sejarah seolah berulang ketika pada Maret 2025, Polres Gorontalo kembali menemukan penggunaan ekskavator di lokasi yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap ekosistem Boliyohuto tidak pernah benar-benar berhenti.

Kini, masa depan keanekaragaman hayati di Kabupaten Gorontalo bergantung pada ketegasan aparat. Tanpa tindakan nyata, Boliyohuto hanya akan menjadi kenangan dalam peta kehutanan, meninggalkan kerusakan yang tak terpulihkan bagi generasi mendatang.

Baca berita kami lainnya di