Menjaga Indonesia

Karyawan Toko Elektronik Dominasi Jumlah Kasus Terbaru Covid-19

HABARI.ID I Karyawan toko elektronik mendominasi jumlah kasus terbaru Covid-19 di Provinsi Gorontalo. Dari 25 pasien terkonfirmasi positif, 7 diantaranya adalah karyawan salah satu toko elektronik di Kota Gorontalo.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Gorontalo dr. Triyanto Bialangi mengungkapkan, ada 7 karyawan dan 1 owner toko elektronik yang positif Covid-19.

Diantaranya pasien 82, perempuan inisial EM usia 57 tahun Kelurahan Pulubala Kota Gorontalo, pasien 87 inisial FU pria 28 tahun asal Kelurahan Ipilo, pasien 88 inisial NA wanita usia 25 tahun dari Desa Pentadu Kecamatan Biluhu Barat.

Kemudian pasien 89 NU wanita 40 tahun dari Kelurahan Limba, pasien 90 inisial ZH juga berjenis kelamin wanita usia 22 tahun asal Desa Tumbihe, pasien 91 DCI wanita usia 27 tahun dari Kelurahan Wumialo dan terakhir pasien 92 JS pria usia 37 tahun dari Kelurahan Talumolo.

“Masing-masing pasien berstatus karyawan toko elektronik ini, rata-rata memiliki riwayat hasil screening rapid test reaktif, dan diambil sampel swab test, hasilnya positif. Saat ini mereka ada yang dirujuk ke RSAS, Wisma Atlet Kabgor dan Mass Haji Kota Gorontalo …”

“Selain itu, mereka juga merupakan karyawan dari pasien 81 (pemilik toko) laki-laki inisial PCR 70 tahun, asal Kelurahan Heledulaa Selatan.

“Dan pasien 81 ini telah dilakukan screening hasil rapid test reaktif, dan diambil Swab test hasilnya positif. Sekarang pasien persiapan di rujuk ke RSAS Kota Gorontalo,” papar Triyanto.

Lain lagi dengan riwayat pasien 77 laki-laki inisial NJG 26 tahun, karyawan di salah satu bank, berdomisili di Desa Lawonu. Pasien 77 ini merupakan hasil pegembangan tracking kontak dari pasien 60 RAD, yang tidak lain adalah sepupu pasien 77.

Sedangkan pasien 76 perempuan inisial NADM usia 27 tahun dari Desa Lawuno juga, adalah istri dari Pasien 77. Riwayat mereka sama, dan hasil swab test mereka pada hari ini positif.

Selain itu ada juga pasien berstatus sebagai Tenaga Medis, yakni pasien 78 inisial AR usia 33 tahun dari Desa Pentadio Barat. Dari hasil swab pertama Minggu (31/05/2020) positif.

Demikian pula dengan pasien 79 inisial MAA jenis kelamin laki-laki usia 27 tahun, asal Kelurahan Hepuhulawa yang berprofesi sebagai tenaga medis di 119 Ambulance. Hasil swab test nya positif, namun sempat keluhkan gejala sakitnya yakni demam dan sekarang di rujuk ke RSAS.

Selanjutnya pasien 83 inisial SK permpuan 23 tahun dari Kelurahan Wumialo Kecamatan Kota Tengah, pasien ini merupakan pengembangan tracking kontak dari pasien 55 RIAP, hasil swab postif.

Pasien 84 NBL usia 26 tahun Desa Pentadio Barat, pasien ini merupakan pengembangan tracking kontrak dari pasien 55. Hasil swab pasien ini, positif.

Pasien 85 SP perempuan 19 tahun dari Kelurahan Biawu, riwayat pasien ini hasil tracking kontak dari pasien 51 pasien dengan hasil swab postif.

Pasien 86 inisial RD pria usia 22 tahun dari Kelurahan Tombulabutao, riwayat pasien ini hasil screening dari tempat kerjanya di wilayah Kabgor. Hasil rapid test nya positif, demikian pula swab testnya positif dan sedang di rujuk ke Mess Haji.

Selanjutnya pasien 70 inisial HB wanita 49 tahun dari Kelurahan Ipilo, pasien ini merupakan pengembangan tracking kontak dari pasien 22 dan pasien 42. Hasil swab test pasien 70 ini pada Minggu (31/05/2020) positif dan pasien persiapan rujukan ke Mess Haji.

Pasien 71 inisial ZN pria 24 tahun dari Kelurahan Paguyaman Kecamatan Kota Tengah, pasien merupakan hasil screening pada tanggal 22 Mei dan rapid reaktif sehingga diambil swab dan dinyatakan positif.

Sementara Pasien 72 inisial WO wanita usia 33 tahun asal Desa Hutabohu, Kecamatan Limboro Barat, pasien ini merupakan pelaku perjalanan dari Sukabumi dan tiba di Gorontalo tanggal 30 Maret bersama dengan pasien 23.

“Rapid test pertama pada tanggal 30 Maret hasilnya non reaktif, tapi tetap di karantina sampai dengan 13 April lalu, rapid ke dua hasil non reaktif tapi 10 Mei kontak dengan pasien 23, hasil swab test nya tanggal 14 Mei negatif dan hasil swab hari ini positif perispan rujukan ke RSAS,” terang Triyanto.

Kemudian pasien 73 inisial NYB usia 37 tahun warga Heledulaa Utara, pasien ini merupakan tracking kontak pengembangan dengan pasien 57 OH, Pasien 58 F, pasien 66 FL, pasien 67 DPY. Hasil swab pertama hari ini hasilnya positif.

Sementara pasien 74 FA usia 22 tahun dari Keleurahan Heledulaa Utara, merupakan traking kontak dari pasien 57 OH, Pasien 58 F, pasien 66 FL, pasien 67 DPY, hasil swab hari ini positif.

Sama halnya lagi dengan pasien 75 inisial MA laki-laki usia 21 tahun dari kelurahan yang sama dengan pasien 74 FA. Pasien ini merupakan tracing kontak dari 57 OH, Pasien 58 F, pasien 66 FL, pasien 67 DPY. hasil swab positif.

“Untuk pasien 80 inisial SM, perempuan 22 tahun dari Desa Luhu Kecamatan Telaga, pasien ini kontak tracking pasien 58 F, hasil swab pertama hari ini positif …”

“Pasien 93 insial RU laki-laki usia 12 tahun dari Desa Pontolo atas Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorut. Riwayatnya, merupakan pelaku perjalanan dari Manado… ”

“Menumpang di mobil pick up bermuatan bahan makanan dan tiba di Gorut 27 Mei, rapid pertama reaktif dan swab hari ini positif dan rujuk ke RS Zainal Umar Sidiki …”

“Begitu juga pasien 94 inisial RB usia 30 tahun dari Desa Cisadane Kecamatan Kwandang Gorut, pasien ini merupakan pelaku perjalanan dari Pelabuhan Manado dan tida di Cisadane dengan kapal nelayana, rapdi reaktif dan swab hari ini positif …”

“Keterangan, total pasien terkonfirmasi sampai dengan saat ini sebanyak 94 orang, meninggal 3 orang, sembuh 26 orang, dirawat di RSAS 12 orang, Maas Haji 19 orang, Wisma Atlet 8 orang, RSTM 1 orang dan persiapan rujukan Mess Haji 12 orang, Wisma Atlet 8 orang, ke RSAS 3 orang, RSU Zainal Umar Sidiki 2 orang,” jelas Triyanto.(5odiq/4bink/habari.id)