Haji Jasin ke KADIN Indonesia: Apa Bedanya RUU KADIN Lama dengan RUU KADIN Terbaru

oleh
oleh
Tokoh KADIN Provinsi Gorontalo, Hi. Jasin Mohammad, saat bersama pengurus KADIN Indonesia.(f/abink).

HABARI.ID I RUU atau Rancangan Undang-Undang KADIN (Kamar Dagang dan Industri) yang dibahas di DPR RI saat ini, menarik perhatian seluruh pengurus KADIN se Indonesia termasuk KADIN Provinsi Gorontalo. 

Pembahasan RUU KADIN terbaru tersebut tidak terkecuali menarik perhatian Tokoh KADIN Provinsi Gorontalo, Hi. Jasin Mohammad, saat mengikuti Dialog KADIN Indonesia dengan KADIN Kabupaten dan Kota se Provinsi Gorontalo, Ahad (20/09/2026) di Ballroom Aston Hotel Gorontalo.

Bahkan Hi. Jasin Mohammad sendiri secara langsung mempertanyakan kepada pengurus KADIN Indonesia, tentang materi RUU KADIN terbaru.

“Terkait dengan RUU KADIN terbaru yang tengah pembahasan di DPR RI sekarang ini. Apa materi RUU KADIN terbaru tersebut, dan apa bedanya dengan RUU KADIN yang lama,” ungkap Hi. Jasin.

Dalam forum resmi tersebut, Azis Syamsuddin yang juga Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM KADIN Indonesia sampaikan, ada tiga pasal dalam RUU tersebut yang dibahas di DPR RI.

“Makasi banyak Pak Jasin, langsung saya jawab ya. Untuk RUU KADIN terbaru, sebenarnya ada tiga pasa yang dibahas di DPR RI. Tetapi secara spesifik, ada 12 klaster atau 12 poin utama masukan di RUU KADIN terbaru,” terang Azis Syamsudin.

Secara teknis Azis Syamsudin tambahkan, ada beberapa hal yang nantinya akan diatur dalam RUU KADIN terbaru, salah satunya pemberlakuan KTA (Kartu Tanda Anggota) KADIN menjadi salah satu syarat bagi setiap pengusaha, untuk mengurus izin usaha.

“RUU KADIN terbaru ini memiliki tujuan yang baik, salah satunya dalam rangka memperkuat sinergitas antara KADIN Kabupaten, Kota dan Provinsi dengan Pemerintah Daerah. Nah, dalam RUU ini nantinya akan mengatur salah satunya menjadikan KTA KADIN sebagai syarat mengurus izin usaha ..,”

“Selain itu dalam RUU KADIN terbaru juga menyinggung tentang pastisipasi fiskal. Bagaimana KADIN di daerah harus mengambil peran penting dan strategis, untuk menggenjot APBD di Daerah. Termasuk meningkatkan daya beli masyarakat,” pungkas Azis Syamsudin.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di