Disdikbud Pohuwato Dukung Workshop Pengembangan Kurikulum Mulok Berbasis Lingkungan di Taluditi

oleh

POHUWATO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato menyambut positif pelaksanaan workshop pengembangan kurikulum muatan lokal (mulok) dan pelatihan guru SMP se-Kecamatan Taluditi yang digelar di SMP Negeri 1 Taluditi, Selasa (05/05/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Gorontalo⁠ melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan diikuti para guru SMP se-Kecamatan Taluditi, Ketua LPPM UMGO, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, Arman Mohamad, melalui Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, Selfis Umar, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan kurikulum muatan lokal yang relevan dengan potensi daerah, khususnya pada aspek pelestarian lingkungan dan satwa.

“Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat kompetensi guru dalam menyusun kurikulum yang kontekstual. Kami ingin muatan lokal yang diajarkan benar-benar mencerminkan kondisi dan potensi daerah,” ujar Selfis.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi para guru dalam mengintegrasikan isu konservasi ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan kami perspektif baru dalam menyusun kurikulum berbasis lingkungan. Guru menjadi lebih memahami bagaimana mengaitkan materi pembelajaran dengan isu konservasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LPPM UMGO, Indri Afriani Yasin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen UMGO bersama PLN Nusantara Power melalui Program Konservasi Julang Sulawesi atau burung Rangkong yang dalam bahasa Gorontalo dikenal sebagai burung Alo.

Menurutnya, program tersebut berfokus pada pelibatan sekolah dan penguatan peran guru dalam mendukung pengembangan pendidikan lingkungan berbasis lokal.

“Kami berharap melalui workshop ini, para guru dapat mengembangkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga mampu menanamkan kesadaran konservasi kepada siswa sejak dini,” kata Indri.

Di sisi lain, fasilitator workshop, Siswan Ahudulu, menekankan pentingnya peran dunia pendidikan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.

“Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan memasukkan materi konservasi ke dalam kurikulum, kita turut berkontribusi dalam melindungi keanekaragaman hayati di daerah ini,” jelasnya.

Workshop tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan kurikulum muatan lokal yang lebih inovatif, kontekstual, dan berbasis lingkungan di wilayah Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato.

Baca berita kami lainnya di