UNG Satu-Satunya Kampus di Indonesia yang Peringati Hari Santri, UAS: Saya Seperti Berada di Pesantren

oleh
oleh
Ustaz Abdull Somad, saat berdakwah di UNG Bershalawat.

HABARI.ID, KAMPUS I “Saya dari pekanbaru sekitar 4 jam setengah diatas udara, dengan beberapa kali transit. Karena saya ingat di undanga di acaranya di kampus Universitas Negeri Gorontalo, maka saya pakai celana. Eh… disini (UNG.red) semuanya, Pak Rektor, Kiyai dan Habib serta tamu undangan memakai sarung. Ternyata UNG ini universitas rasa pesantren. Menggelar shalawatan dan dzikir, dirangkaikan dengan hari santri nasional. Memang-memang universitas rasa pesantren,” ungkap Ustaz Abdul Somad Batubara atau lebih dikenal dengan sebutan Ustaz Abdul Somad, saat memulai dakwah pada kegiatan UNG Bershalawat Kamis (23/10/2025) malam di halaman Rektorat UNG.

Bahkan Ustaz jebolan Universitas Al Azhar Mesir ini katakan, di Indonesia hanya Universitas Negeri Gorontalo yang memperingati Hari Santri Nasional. Buktinya, tamu undanganya yakni mahasiswa baik laki-laki dan perempuan duduknya terpisah, dan mahasiswanya laki-laki sebagian besar memakai sarung.

“Saya ini di undangan Pak Rektor dan Ibu Rektor di kampus Universitas Negeri Gorontalo, tetapi berasa di Pesantren. Nih.. adik-adik mahasiswa yang saya anggap sebagai adik, ponakan bahkan anak saya, duduknya terpisah baik perempuan dan laki-laki yang memakai sarung. Mengundang para Kiyai dan Habib pula. Subhanallah,” ucap UAS.

Kehadiran UAS di Gorontalo khususnya di UNG, memang sangat dinanti-nantikan Civitas Akademika UNG. Hal tersebut terlihat dari isi dakwah tentang hasat, yang diikuti sampai selesai oleh seluruh tamu undangan baik mahasiswa dan masyarakat umum.

“Saya senang di Gorontalo. Karena informasi yang saya dapat, rupanya tingkat kebahagiaan masyarakat Gorontalo begitu tinggi. Hal ini tentunya masyarakat di Gorontalo senantiasa dijauhkan dari sikap dan sifat hasat. Karena hasat itu sangat tidak baik. Saya juga berterima kasih, karena biasanya saya berdakwah hanya beberapa menit dan begitu cepat, tetapi di UNG sendiri saya berdakwah lebih dari 40 menit dan semua undangan begitu antusias. Semoga Civitas Akademika UNG melahirkan orang-orang baik yang mengedepankan agama dan akhlak,” papar UAS.

Sebelumnya Rektor UNG, Eduart Wolok katakan, kegiatan UNG Bershalawat selain menjadi rutinitas tahunan, juga dirangkaikan dengan Hari Santri Nasional yang bertepatan di Malam Jumat.

“UNG Bershalawat adalah agenda rutin. Namun bertepatan dengan Hari Santri Nasional, maka kami rangkaikan juga dengan mengundangan Ustaz Abdul Somad, Kiyai-Kiyai dan Habib-Habib. Kami berharap, kegiatan ini akan terus dilaksanakan oleh UNG, sehingga memberikan dampak baik terhadap kemajuan UNG,” singkat Eduart.

Gus Aniq Nawawi sendiri ungkapkan dalam dakwahnya, kegiatan yang dilaksanakan Civitas Akademika UNG merupakan bagian dari fisabilillah.

“Sungguh beruntungnya kita dilahirkan dalam kondisi sudah ber Agama Islam. Sebab, semua aktivitas kita mulai dari bangun tidur sampai dengan tidur lagi, bernilai ibadah oleh Allah SWT. Seperti kegiatan yang digelar UNG saat ini UNG Bershalawat dirangkaikan dengan Hari Santri Nasional, yang bernilai ibadah. Artinya, kita semua disini memiliki peluang yang sama untuk fisabilillah,” terang Gus Aniq Nawawi.

Berbeda dengan dakwah disampaikan Habib Salim Aljufri, yang membahas tentang manfaat baik sangka kepada sesama. Dalam dakwahnya, Ia mengajak seluruh tamu undangan untuk senantiasa berbaik sangka.

“Dalam kegiatan seperti ini, yang kita butuhkan dan dapatkan adalah ketenangan dan kesucian hati. Maka dari itu, berbaik sangka kepada sesama harus kita tanamkan dalam diri. Karena, manfaat berbaik sangka itu, sangat besar bukan hanya menenangkan hati, tetapi mensucikan hati,” ungkap Habib Salim.

Diketahui penghujung kegiatan UNG Bershalawat ini, ditutup dengan lelang kaos Ustaz Abdul Somad sebagai wujud motivasi kepada tamu undangan untuk menjadi muslim yang baik, serta dalam rangka pelaksanaan pembangunan Pondok Pesantren.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di