HABARI.ID, KABUPATEN MOJOKERTO I Eksistensi Pemerintah Kabupaten Mojokerto di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Al Barra, dan Wakil Bupati dr. Muhammad Rizal Octavian, benar-benar dirasakan masyarakat daerah berjuluk Bumi Majapahit.
Dibuktikan dengan pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang signifikan di berbagai bidang, tidak terkecuali sukses menurunkan angka penduduk miskin dan pengangguran terbuka di tahun 2025.
Hal tersebut terungkap pada kegiatan penandatanganan kontrak kinerja, pakta integritas dan deklarasi anti korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Kamis (22/01/2026).
Di tengah forum resmi tersebut, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra paparkan sejumlah pencapaian Pemerintah Kabupaten Mojokerto di tahun 2025.
Mulai dari angka IPM (Indeks Pembangunan Manusia) mencapai skor 77,46 di tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 hanya 76,69.
Kemudian AHH atau Angka Harapan Hidup masyarakat Kabupaten Mojokerto dari 74,95 di tahun 2024, naik mencapai 75,28 pada tahun 2025.
Demikian pula dengan HLS (Harapan Lama Sekolah) pelajar di Kabupaten Mojokerto, naik sampai 13,16 di tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 hanya 12,99.
Tidak terkecuali RLS atau Rata-rata Lama Sekolah pelajar di Kabupaten Mojokerto, dari 9,13 di tahun 2024 mengalami kenaikan di tahun 2025 sampai 9,14.
Beberapa pencapaian tersebutpun berdampak baik dan positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto, yang mencapai 6,05 persen pada triwulan III di tahun 2025.
Bahkan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini, dampaknya secara langsung dirasakan masyarakat kurang mampu dengan dibuktikan angka penduduk miskin menurun sampai 8,79 persen di tahun 2025, dibandingkan tahun 2024 mencapai 9,87 persen.
Atas komitmen dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, angka pengangguran terbuka pun ikut turun di tahun 2025. Betapa tidak, dari angka 3,87 persen pada tahun 2024, turun menjadi 3,49 persen di tahun 2025.
Sejumlah pencapaian dan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Mojokerto di tahun 2025 itu, tidak membuat Bupati dan Wakil Bupati berpuas diri.
Tetapi lebih menekankan kepada seluruh jajarannya, untuk mengevaluasi setiap pelaksanaan program kegiatan di masing-masing instansi baik dari segi pelayanan dan realisasi ke masyarakat.
“Capaian ini hendaknya menjadi perhatian bersama untuk terus dimonitor dan dievaluasi agar hasilnya semakin meningkat di masa mendatang,” tegas Bupati Mojokerto.
Nah, dalam rangka meraih pencapaian yang maksimal di tahun 2026 untuk kepentingan daerah dan masyarakat, Bupati Mojokerto dan Wakil Bupati Mojokerto memperkuat pemerintahannya dengan penandatanganan kontrak kerja dan pakta integritas dirangkaikan dengan deklarasi anti korupsi.
“Ini adalah kontrak moral sekaligus kontra kerja nyata antara Pemerintah Kabupaten Mojokerto dengan masyarakat yang kita layani, dan harus diwujudkan dalam kinerja sesungguhnya. Pakta integritas adalah janji kepada diri sendiri untuk melaksanakan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta kesanggupan menolak segala bentuk gratifikasi,” terang Bupati Mojokerto.(ch4/habari.id).







