Qadhi: Sampaikan Aspirasi itu dengan Moral yang Tinggi

oleh
oleh

HABARI.ID I Medsos atau media sosial yang harusnya menjadi wadah edukasi kepada masyarakat, kini seakan menjadi tempat untuk melampiaskan emosi sesaat,.menjelekkan dan menghina pribadi orang lain.

Hal tersebut pun menarik perhatian Tokoh Agama, Ulama Gorontalo yang sering disebut sebagai Tuan Qadhi, KH. Rasyid Kamaru, Kamis (18/06/2026).

Menurut beliau, memang dalam setiap terobosan yang dilahirkan oleh pemimpin, baik di Pusat maupun di Daerah, pasti tidak luput dari aksi pro kontra. Tetapi sebagai manusia-manusia yang bermoral tinggi, mereka yang tidak suka tetap harus berbuat hal yang tidak merugikan bangsa dan negara.

“Tetapi, jika ada yang tidak setuju dari terobosan itu dan berbuat hal yang merugikan bangsa dan negara, maka harus dipertanyakan. Minta penjelasannya, bukan secara langsung memperhinakannya,” ujarnya.

Lanjut KH. Rasyid Kamaru, memang dalam menyampaikan aspirasi dan pendapat untuk pemerintah adalah hak semua orang. Tetapi ia berharap, dalam menyampaikan aspirasi tersebut dengan sikap moral yang bagus dan cukup tinggi.

“Saya berharap, menyampaikan aspirasi itu tentu dengan ‘Bil Lin’ atau lembut. Dalam Al Qur’an surat Thaha ayat 43 sampai 44, Allah SWT menegur dan menasihati Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS, agar berbicara kepada Firaun dengan cara yang santun, lemah lembut dan sopan. Artinya, kita harus bersikap lemah lembut dan sopan kepada sesama, sekalipun kita tidak suka dengan orang itu secara pribadi,” jelas KH. Rasyid Kamaru.

Beliau mengajak masyarakat harus saling menjaga dan tidak perlu terjerumus ke dalam isu yang bersifat perpecahan.

“Kalau saya meminjam kalimat KH. Ahmad Hasyim Muzadi, kondisi yang tidak stabil biasanya tercipta disebabkan dengan adanya tarik menarik pendapat dan pendapatan. Namun kita tidak perlu masuk sampai ke situ, tetapi teruslah berbuat baik dan positif. Kita tidak perlu saling lempar tanggungjawab. Apalagi saling menyalahkan sampai mencaci maki. Harus kita lakukan, bagaimana kita maju bersama untuk menjaga keutuhan negara ini. Ada empat pilar bangsa di negara kita ini, kalau saya bisa sebut yakni PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945). Kalau ini jalan bagus, maka sebesar apapun halangan itu bisa dilewati bersama-sama,” pungkasnya.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di