Prosesi Adat Moloopu Gubernur Bertepatan 1 Ramadan 1446 H. Gusnar : Semoga Ini Pertanda Baik Bagi Gorontalo

oleh -53 Dilihat
oleh

HABARI.ID, PEMPROV | Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Nani Mokodongan, menjalani prosesi adat moloopu, Sabtu (1/3/2025). Moloopu adalah upacara adat untuk menjemput seorang kepala daerah dari kediaman pribadinya menuju yiladia atau rumah jabatan.

Prosesi moloopu dimulai dari kediaman pribadi Gusnar Ismail di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara. Rangkaian moloopu di kediaman pribadi diawali dengan mopobulito (pengaturan tempat duduk), mopodungga lo adati potidungu (penyerahan oleh pihak keluarga kepada pemangku adat untuk penyelenggaraan moloopu), dan mopobotulo to utaeya (menaikkan ke kendaraan).

Setibanya di depan rumah jabatan, Gubernur Gusnar bersama istri menjalani prosesi mopolahu mondo utaeya (menurunkan dari kendaraan). Dilanjutkan dengan mopodiyambango (mempersilahkan melangkah), mopotupalo (mempersilahkan masuk gapura adat). Selain prosesi adat, penyambutan juga dilakukan oleh Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan Provinsi Gorontalo.

Moolopu secara tekstual berarti memangku yang bermakna bahwa pejabat yang memimpin daerah dipangku oleh adat untuk menempati rumah jabatan. Moloopu juga sebagai keharusan memenuhi tatanan adat serta bentuk penghormatan dan penghargaan masyarakat dari negeri adat Uduluwo Limo Lopohalaa.

“Saya sangat bersyukur dan bergembira bahwa acara adat yang sakral ini dilaksanakan bertepatan dengan 1 Ramadan 1446 Hijriah. Saya berkeyakinan ini terjadi tidak secara kebetulan, tetapi didesain Allah SWT. Mudah-mudahan ini pertanda baik untuk kemajuan pembangunan di Provinsi Gorontalo,” kata Gusnar.

Kegiatan moloopu Gubernur Gusnar Ismail bersama istri terasa istimewa karena dihadiri oleh Penjabat Gubernur Gorontalo pertama, Tursandi Alwi. (edm/habari.id)

Baca berita kami lainnya di