Pemkab Pohuwato Sinkronkan Program Pendidikan SD-SMP, 149 Peserta Ikuti Workshop RKAS

oleh

POHUWATO – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, secara resmi membuka Workshop Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun 2027 serta Sinkronisasi Program Pendidikan Jenjang SD-SMP se-Kabupaten Pohuwato, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Gorontalo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, tersebut menjadi upaya menyelaraskan perencanaan dan penganggaran sekolah dengan program pembangunan pendidikan di Kabupaten Pohuwato.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, Arman Mohamad, bersama jajaran dinas terkait. Hadir pula Kepala KGTK Gorontalo, Hamzah Hippy, pemateri dari Kejaksaan Negeri Pohuwato dan Inspektorat Daerah Pohuwato, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zulkifli Umar, yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato.

Dalam sambutannya, Bupati Saipul Mbuinga menegaskan bahwa penyusunan RKAS bukan sekadar kegiatan administratif untuk memenuhi kewajiban pengelolaan anggaran, melainkan bagian penting dari perencanaan pembangunan pendidikan di setiap satuan pendidikan.

Ia meminta agar penyusunan RKAS Tahun 2027 dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata sekolah, dengan mempertimbangkan skala prioritas serta dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan.

“Kami berharap penyusunan RKAS Tahun 2027 benar-benar dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata sekolah, dengan memperhatikan skala prioritas dan dampaknya terhadap peningkatan mutu dan kualitas pendidikan itu sendiri,” ungkap Saipul.

Menurutnya, anggaran pendidikan harus diarahkan pada program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah. Prioritas tersebut mencakup pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kemampuan akademik siswa, serta perbaikan kualitas pelayanan pendidikan secara menyeluruh.

Seluruh upaya itu, lanjut Saipul, harus bermuara pada peningkatan mutu pendidikan dan perbaikan nilai rapor pendidikan di setiap satuan pendidikan di Kabupaten Pohuwato.

Selain menyoroti perencanaan anggaran, Bupati juga menekankan pentingnya pemutakhiran dan pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh seluruh satuan pendidikan.

Ia menjelaskan, Dapodik tidak hanya berfungsi sebagai instrumen administrasi dan penginputan data, tetapi juga menjadi dasar untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, serta perkembangan masing-masing sekolah.

Data pendidikan yang lengkap, akurat, dan mutakhir diperlukan pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan menentukan intervensi pembangunan pendidikan. Validitas data juga berperan penting dalam mendukung satuan pendidikan memperoleh bantuan dan dukungan dari pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pohuwato, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungannya terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Pohuwato,” kata Saipul.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti workshop dengan serius dan saksama agar materi yang diberikan dapat dipahami serta diterapkan dalam pengelolaan sekolah masing-masing.

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius, agar sasaran workshop benar-benar tercapai dan memberikan manfaat bagi kepala sekolah maupun operator. Dengan demikian, hasil kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, Arman Mohamad, menjelaskan bahwa workshop penyusunan RKAS yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tersebut merupakan agenda rutin tahunan, khususnya bagi satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.

Menurut Arman, penyusunan rencana kegiatan dan anggaran perlu dilakukan secara bersama-sama agar pemanfaatan dana bantuan operasional pada tahun mendatang dapat berjalan optimal dan sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.

Ia berharap penggunaan anggaran tersebut dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan, baik melalui penguatan kompetensi guru maupun peningkatan kemampuan siswa.

Selain itu, workshop ini bertujuan menyelaraskan program dan kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan rencana kegiatan serta pembiayaan yang disusun oleh masing-masing sekolah.

Melalui sinkronisasi tersebut, pelaksanaan program pendidikan di tingkat kabupaten dan satuan pendidikan diharapkan berjalan lebih terarah, efektif, serta saling mendukung.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan dana BOS tahun depan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, baik bagi guru maupun siswa. Kami juga ingin agar terdapat sinkronisasi antara kalender kegiatan Dinas Pendidikan dengan kegiatan dan pembiayaan di sekolah,” jelas Arman.

Ia menambahkan, workshop tersebut berlangsung selama tiga hari dan diikuti sekitar 149 peserta yang terdiri atas kepala sekolah jenjang SD dan SMP serta operator sekolah se-Kabupaten Pohuwato.

Melalui kegiatan ini, hasil penyusunan RKAS Tahun 2027 diharapkan dapat menjadi pedoman bagi setiap satuan pendidikan dalam merencanakan penggunaan anggaran sesuai kebutuhan, selaras dengan program pemerintah daerah, serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan kualitas pembelajaran bagi seluruh peserta didik.

Baca berita kami lainnya di