Masalah Banjir Di Heledulaa Utara, Kembali Jadi Sorotan Aleg Deprov

oleh -68 Dilihat
oleh

HABARI.ID, DEPROV | Masalah infrastruktur dan dampak banjir kembali menjadi sorotan di Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur. Kanal Tangggidaa dan Kali Serdadu, yang seharusnya menjadi solusi aliran air, justru menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan pada kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Meyke Camaru, Jumat (15/11/2024).

Kelurahan Heledulaa Utara Rosmala, menggambarkan bagaimana banjir akibat luapan kali serdadu telah mengganggu aktivitas dan merusak tempat tinggal mereka. “Air dari Kali Serdadu di kompleks perguruan tinggi meluap dan menggenangi rumah warga karena dapan lumpur sudah tidak dikeruk lagi,” kata Rosmala.

Dampak dari permasalahan ini bukan hanya merugikan secara material, tetapi juga menghentikan roda ekonomi. Ketika banjir datang tak sedikit warga yang terpaksa mengurangi aktivitas usaha mereka. Ia meminta Meyke Camaru melakukan pengerukan ulang seperti yang sudah ia laksanakan setahun belakang.

“Kalau tidak salah, sudah dua kali ibu Meyke ini melakukan pengerukan di kali serdadu, tapi setelah dikeruk tetap ada pendangkalan, endapan lumpur makin banyak, untuk itu kami minta dikeruk lagi seperti tahun lalu,” jelas Rosmala.

Meyke Camaru mengklaim bahwa DPRD telah mengalokasikan anggaran untuk pengerukan sedimentasi selama dua tahun berturut-turut. Namun, hasilnya belum dirasakan secara signifikan oleh masyarakat.

“Pengerukan bukan solusi permanen. Kita butuh langkah jangka panjang untuk mencegah sedimentasi berulang, seperti normalisasi sungai dan pengendalian aktivitas yang merusak lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, masalah kebersihan sungai juga menjadi tantangan. Sampah yang dibuang sembarangan memperburuk kondisi aliran air. Meyke menilai perlunya kesadaran dan sinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk menjaga kebersihan sungai.

“Kalau tiap tahun kita melakukan pengerukan sedimentasi maka banyak uang negara yang mengalir disitu, ini harus disikapi dengan bijak sana. Kita harus sosialisasi agar masyarakat tidak membuang sampah di kali serdadu, tahun 2025 saya tidak menganggarkan lagi, agar menjadi tugas OPD bekerjasama seluruh pihak untuk menuntaskan kali serdadu,” ungkap Meyke.

Selain itu, Meyke Camaru menegaskan bahwa proyek pembangunan Kanal Tangggidaa menjadi prioritas DPRD untuk mengawal pembangunan yang dijadwalkan selesai akhir tahun 2024. Saat ini di Jalan Cokroaminoto itu sedang dilakukan pembangunan pembangunan saluran pendukung atau saluran gendong.

“Saya sebagai wakil rakyat yang bermukim di kompleks kanal tanggidaa memberikan dorongan kepada pemerintah untuk segera mempercepat pembangunan, sekarang sedang dilakukan pembangunan saluran gendong, kalau itu selesai maka akan ada trotoan serta lampu jalan,” tandasnya. (dik/habari.id)

Baca berita kami lainnya di