Gubernur Gusnar ‘Obati’ Keluh Kesah Petani Jagung

oleh
oleh
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat berbincang dengan petani jagung di kawasan transmigrasi.(f/istimewa).

HABARI.ID, PEMPROV I Petani jagung termasuk mereka yang bertempat tinggal di kawasan transmigrasi, memiliki peran penting dan strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah khususnya di bidang pertanian.

Inilah salah satu alasan, kenapa Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, meluangkapn waktunya menemui petani jagung di kawasan transmigrasi di tengah kunjungan kerja Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, Rabu (08/04/2026) di Gorontalo.

Benar saja, tidak sedikit aspiraasi yang diserap Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, saat berbincang dengan sejumlah petani jagung. Terutama, berbicang terkait harga eceran di petani yang masih di bawah.

“Kalau dari saya pak, harga jagung. Jagung di sini pak hanya dihargai 4.000-an per kilo,” Kata Taufik Antu salah satu warga Desa Bukit Aren.

“Harga jagung itu ditentukan oleh tingkat kekeringannya. Punya bapak dijemur?” tanya gubernur memberi respon.

Rupanya petani di Bukit Aren lebih memilih membiarkan jagung kering di pohon. Usia panen diperpanjang hingga empat bulan. Jagung bisa menyentuh harga tertinggi Rp5.500 jika kadar air 17 persen. “Jadi musti ada yang mengawasi harga ya? Baik saya tampung aspirasinya,” tegasnya.

Kunjungan kerja Gubernur Gusnar bersama Wamentrans di Pulubala untuk menyerahkan 109 Sertifikat Hak Milik (SHM) warga transmigran. Wamentrans juga meresmikan sejumlah pembangunan infrastruktur senilai Rp4,4 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2025.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di