Dr. Irawati Tekankan Ekonomi Sawit Inklusif dan Berkeadilan di International Palm Oil Economic Colloquium 2025

oleh
oleh
Dr. Irawati Abdul, Dosen UNG.(f/istimewa).

HABARI.ID, KAMPUS I Dosen Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Irawati Abdul, menjadi narasumber dalam International Palm Oil Economic Colloquium 2025 yang diselenggarakan di Malaysia.

Forum internasional ini mempertemukan para pakar ekonomi dan industri kelapa sawit dari berbagai negara untuk membahas tantangan serta peluang pengembangan sawit di tengah tuntutan keberlanjutan global.

Dalam forum tersebut, Dr. Irawati Abdul menegaskan pentingnya pendekatan ekonomi kelapa sawit yang inklusif dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat dan petani di daerah penghasil. Menurutnya, penguatan industri sawit tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga harus berdampak langsung pada pembangunan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Industri kelapa sawit harus diposisikan tidak hanya sebagai komoditas unggulan nasional, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berkeadilan. Sinergi antara kebijakan, riset akademik, dan praktik industri menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah sawit, khususnya di wilayah-wilayah penghasil,” ujar Dr. Irawati Abdul dalam pemaparannya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi berbagai tantangan global yang dihadapi industri sawit, mulai dari isu lingkungan, standar perdagangan internasional, hingga persepsi negatif terhadap kelapa sawit di pasar global.

“Forum internasional seperti ini sangat strategis untuk memperkuat diplomasi akademik dan ekonomi, sekaligus membangun pemahaman bersama bahwa pengelolaan sawit yang berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Partisipasi Dr. Irawati Abdul dalam International Palm Oil Economic Colloquium 2025 diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademisi Indonesia dalam diskursus global, sekaligus mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang mendukung pengembangan industri kelapa sawit yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat.(habari.id).

Baca berita kami lainnya di