HABARI.ID, KOTA GORONTALO I Pemerintah Kota Gorontalo mendorong pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Gorontalo untuk terus memperkuat peran masjid dalam pembinaan umat dan pembentukan karakter masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Gorontalo, Sukamto Mooduto, saat mewakili Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea pada pelantikan pengurus DMI kota Gorontalo, Ahad (4/10/2026) di Bandhayo Lo Yiladia. Dalam sambutannya, Sukamto menyampaikan bahwa DMI memiliki posisi penting dalam menggerakkan berbagai kegiatan keumatan.
Peran DMI tidak hanya berkaitan dengan kepengurusan masjid, tetapi juga bagaimana masjid dapat hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan, sosial dan keagamaan.
Ia mengatakan, masjid memiliki fungsi yang luas, mulai dari tempat ibadah, pendidikan karakter, kebersihan lingkungan hingga menjadi wadah kegiatan sosial masyarakat.
“Fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah. Masjid juga dapat menjadi pusat pendidikan, hingga menjadi perekat kebersamaan dan persatuan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam membangun karakter, terutama di tengah berbagai tantangan moral masyarakat modern. Fenomena sosial, kekerasan di kalangan remaja, budaya ketidakjujuran, fanatisme kelompok hingga menurunnya rasa hormat kepada guru dan ulama menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Maka dari itu, pengurus DMI dan pengurus masjid diharapkan dapat mengambil peran dalam membina generasi muda agar tumbuh dengan karakter yang baik serta memiliki nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Sukamto juga mengajak DMI Kota Gorontalo untuk terus menjaga ukhuwah dan kedamaian serta menjadikan masjid sebagai tempat yang menyejukkan bagi masyarakat.
“Melalui masjid, kita memiliki kewajiban untuk menanamkan moral dan karakter Islam yang rahmatan lil ‘alamin kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap DMI Kota Gorontalo dapat menyelaraskan berbagai program keumatan, mulai dari bidang pendidikan karakter, kebersihan lingkungan masjid hingga kegiatan sosial keagamaan lainnya.
Pemkot Gorontalo juga berharap kepengurusan DMI yang nantinya terbentuk melalui musyawarah dapat melahirkan pengurus yang amanah dan profesional, serta mampu memperkuat peran masjid sebagai pusat syiar Islam dan pembinaan masyarakat.
Program kerja yang dirumuskan, kata Sukamto, hendaknya realistis, menyentuh kebutuhan umat, khususnya jamaah masjid, serta adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam hal digitalisasi manajemen masjid. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk mendukung siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin DMI Kota Gorontalo.
“Semoga kita sebagai pemimpin dari segala tingkatan dapat menjalankan amanah dengan baik, agar nantinya kita semua selamat dunia dan akhirat serta mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan,” ujarnya
Sementara itu, Ketua DMI Provinsi Gorontalo Nelson Pomalingo menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea terhadap pembangunan masjid dan kegiatan keagamaan.
Nelson mengatakan, dirinya yang pernah menjabat Rektor UNG selama dua periode dan Bupati Gorontalo selama dua periode, mengaku pembangunan masjid yang dilakukan Wali Kota Adhan Dambea patut diapresiasi. “Pak Adhan sudah 12 masjid yang dibangun, dan tidak menggunakan anggaran APBD maupun APBN. ” ujar Nelson.
Atas hal tersebut, Nelson menyampaikan salam sekaligus apresiasinya kepada Wali Kota Adhan. Ia menilai perhatian terhadap pembangunan masjid dan kegiatan keagamaan perlu terus didukung.
“Makanya saya kirim salam kepada Pak Adhan dan salut kepada beliau. Karena persoalan kegiatan agama, beliau sangat mendukung dan peduli sekali,” ujarnya.(bm/habari.id).






