110 Hari KKN, Mahasiswa UNG Tinggalkan Budaya Cinta Lingkungan untuk Masyarakat Meranti

oleh
oleh
Mahasiswa KKN Fakultas Pertanian UNG.(f/istimewa).

HABARI.ID, KAMPUS I Pertengahan Bulan Desember tahun 2025, program KKN di jalani mahasiswa Fakultas Pertanian UNG resmi ditutup. Selama 110 hari menjalani pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa UNG meninggalkan kesan dan budaya cinta lingkungan untuk masyarakat di Desa Meranti Kabupaten Bone Bolango. 

Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian UNG, Safriyanto Dako sampaikan, sebanyak sembilan mahasiswa dari berbagai jurusan terlibat aktif dalam kegiatan membangun desa, berkolaborasi dengan masyarakat, perangkat desa dan dosen pendamping. 

Kehadiran mereka membawa suasana baru, memperkenalkan ide dan gagasan, sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Mahasiswa menyampaikan bahwa pengalaman di Desa Meranti sangat berharga. 

“Mereka belajar memahami dinamika masyarakat desa, mengenal lebih dekat kehidupan warga, serta menerapkan ilmu yang selama ini dipelajari di bangku kuliah. Bagi mahasiswa, KKN bukan sekadar pengabdian, tetapi juga ruang belajar sosial yang nyata. Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian khusus adalah pembuatan instalasi ekobrik bertuliskan MERANTI,” ungkapnya. 

Menurutnya, Ekobrik merupakan botol plastik bekas yang diisi padat dengan sampah plastik non-organik, kemudian dipadatkan hingga menjadi bata ramah lingkungan. 

Material ini kuat, aman, dan berdaya guna tinggi. Selain mengurangi volume sampah plastik, ekobrik juga dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai media kreatif. Proses pembuatan ekobrik dilakukan secara gotong royong. 

“Mahasiswa mengajak masyarakat untuk mengumpulkan botol plastik dari rumah masing-masing. Sampah non organik dimasukkan ke dalam botol, lalu dipadatkan menggunakan alat sederhana. Botol yang penuh ditutup rapat, kemudian disusun menjadi instalasi berbentuk tulisan “MERANTI”. Tulisan ini kini menjadi simbol kebersamaan sekaligus komitmen masyarakat, dalam mendukung gerakan lingkungan berkelanjutan. Perangkat desa memberikan apresiasi atas karya mahasiswa,” pungkasnya.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di