Perjuangkan Infrastruktur, Bupati Saipul Dorong Pembangunan Jalan dan Jembatan Lewat IJD

oleh

POHUWATO – Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus memperjuangkan pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan dan jembatan, guna meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Upaya tersebut kembali dilakukan Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, melalui koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo. Pertemuan bersama Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Gorontalo, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Jimmy Dunda, ST., M.E., berlangsung di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Saipul didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pohuwato, Risdiyanto Mokodompit. Sejumlah kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi prioritas masyarakat Pohuwato dibahas dalam koordinasi tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati Saipul menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak BPJN atas dukungan serta persetujuan alokasi anggaran melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026 untuk dua ruas jalan di Kabupaten Pohuwato.

Kedua ruas jalan tersebut meliputi jalan di wilayah Kecamatan Paguat dan Kecamatan Dengilo dengan alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar, serta ruas jalan Milangodaa–Kelapa Lima di Kecamatan Popayato Timur dengan alokasi anggaran sekitar Rp13 miliar. Saat ini, kedua paket pekerjaan tersebut tengah memasuki proses tender di BPJN.

Menurut Saipul, pembangunan kedua ruas jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena berperan penting dalam memperlancar mobilitas warga, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas perekonomian.

Selain mengapresiasi dukungan pembangunan jalan, Bupati Saipul juga mengusulkan pembangunan Jembatan Molamahu dan Jembatan Soginti di Kecamatan Paguat melalui program IJD Tahun 2027.

Sebagai langkah awal untuk mendukung usulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pohuwato telah mengalokasikan anggaran penyusunan Detail Engineering Design (DED) Jembatan Molamahu melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Sementara itu, anggaran penyusunan DED Jembatan Soginti telah dialokasikan sebelumnya.

Adapun nilai kegiatan pembangunan Jembatan Soginti yang diusulkan mencapai sekitar Rp6 miliar. Bupati berharap kedua usulan pembangunan jembatan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, mengingat keberadaannya sangat penting dalam menunjang akses transportasi dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Bupati Saipul kembali menyuarakan kebutuhan pembangunan ruas jalan yang menghubungkan wilayah Ayula, Kecamatan Randangan, dengan Dusun Sandalan, Desa Panca Karsa I, Kecamatan Taluditi.

Usulan pembangunan ruas jalan tersebut sebelumnya telah mendapatkan alokasi anggaran, tetapi pelaksanaannya tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Iya, usulan ini sebelumnya sudah pernah dianggarkan. Namun, karena adanya efisiensi anggaran, kegiatan tersebut tidak dapat dilanjutkan. Karena itu, kami kembali mengusulkannya agar bisa mendapat perhatian dan direalisasikan ke depan,” ungkap Saipul.

Ia menjelaskan, ruas jalan Ayula–Sandalan memiliki arti penting bagi masyarakat Dusun Sandalan, yang merupakan salah satu kawasan permukiman terpencil dengan jumlah penduduk sekitar 150 kepala keluarga (KK).

Masyarakat di dusun tersebut merupakan warga transmigrasi yang berasal dari perpaduan penduduk luar daerah dan masyarakat lokal Gorontalo. Hingga kini, keterbatasan akses transportasi masih menjadi kendala utama, terutama bagi warga yang hendak mengangkut hasil panen sebagai sumber penghidupan mereka.

Sebelumnya, masyarakat mengandalkan jembatan gantung sebagai akses untuk menuju pusat Desa Panca Karsa I maupun pusat Kecamatan Taluditi. Namun, jembatan tersebut kini telah putus sehingga akses warga menjadi semakin sulit.

Akibat kondisi itu, masyarakat yang hendak keluar masuk Dusun Sandalan terpaksa menggunakan ojek rakit untuk menyeberangi sungai. Situasi tersebut tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga menghambat pengangkutan hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bupati Saipul menegaskan bahwa pembangunan ruas jalan Ayula–Sandalan diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat.

Dengan tersedianya infrastruktur jalan yang memadai, warga diharapkan dapat lebih mudah mengangkut hasil panen menuju pusat desa maupun wilayah lainnya, sekaligus memperoleh akses transportasi yang lebih aman.

“Kami berharap usulan ini bisa menjadi perhatian ke depan. Kami memahami dan merasakan apa yang dialami masyarakat di Dusun Sandalan. Apalagi saat musim hujan, kondisi sungai yang harus diseberangi menjadi semakin berbahaya karena arusnya deras dan bentangannya cukup luas. Keselamatan warga tentu menjadi hal yang utama,” tegasnya.

Bupati Saipul berharap dukungan pemerintah pusat melalui program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dapat membantu membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan keselamatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga Kabupaten Pohuwato.

Ia menekankan bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur perlu terus diperjuangkan agar masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat menikmati akses transportasi yang layak dan aman untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Baca berita kami lainnya di