Pemkab Mojokerto Gelar Sosialisasi Arsitektur Pemerintahan Digital

oleh
oleh

HABARI.ID, KABUPATEN MOJOKERTO – Dalam rangka mewujudkan efektivitas pelayanan masyarakat dan kebijakan kepemerintahan daerah, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar sosialisasi Arsitektur Pemerintahan Digital (Pemdi), Rabu (10/12) pagi.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto tersebut, dibuka secara langsung oleh Gus Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa.

Selain membuka jalannya acara, figur yang kerap disapa Gus Bupati itu juga menekankan tentang bagaimana Arsitektur Pemdi menjadi sebuah inovasi sistem yang sederhana namun efektif dan terbarukan untuk mengoptimalkan kinerja Pemkab Mojokerto.

“Arah baru pemerintahan digital ini bertujuan menghadirkan pelayanan yang lebih sederhana, lebih cepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.

Pada era yang fleksibel dan penuh dengan inovasi kini, Gus Bupati Mojokerto mendapati bahwa salah satu kunci dari keberhasilan kepemimpinannya nsnti adalah dengan memaksimalkan pelayanan masyarakat dengan metode yang lebih cepat, tepat, dan terorganisir dengan baik. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh Jajaran Pemimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar dapat saling bersinergi dalam satu portal pelayanan digital.

“Saya berharap seluruh layanan pemerintahan (Pemkab Mojokerto) telah terintegrasi dalam satu portal layanan digital, sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan,” imbau Gus Bupati pada acara yang dilaksanakan di Hotel Arayanna Trawas itu.

Lebih lanjut, penjelasan tentang sisi fundamental Arsitektur Pemdi dibeberkan oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Mojokerto, Nugraha Budhi Sulistya, yang pada sesi laporannya, menyebut bahwa Arsitektur Pemdi merupakan pengembangan dari SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).

Pada penerapannya, Arsitektur Pemdi bertumpu pada SPSS (Statistical Package for the Social Sciences), yang merupakan perangkat lunak statistik untuk analisis data kuantitatif, dan digunakan untuk mengolah, data survei atau eksperimen secara cepat dan tepat.

Kadiskominfo itu juga menyatakan bahwa Diskominfo Kabupaten Mojokerto berhasil mendapatkan “tools crack” SPSS versi ke- 27, yang mana menurutnya adalah SPSS yang paling terbaru dan masih sulit diakses oleh organisasi atau badan kepemerintahan lainnya, seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kepemerintahan Provinsi Jawa Timur.

“Kominfo Kabupaten Mojokerto di bidang pengelolaan data statistik punya modul atau tools crack SPSS versi 27, dan itu modular, itu BPS saja belum punya, mereka (BPS) menganilisis data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional), hanya dengan crack SPSS versi 24, jadi kita lebih maju,” jabarnya.

Masih menurut Kadiskominfo Nugraha, ia mengklaim bahwa hasil data dari SPSS versi 27 ini, mampu menjadi dasar atau penguat dalam tiga hal, yaitu untuk menguatkan proses pengambilan kebijakan, sebagai pertimbangan menentukan skala prioritas anggaran, dan memudahkan pengukuran efektivitas program yang telah dilaksanakan.

Dengan mengetahui seberapa pentingnya data statistik dan digitalisasi kepemerintahan bagi Pemkab Mojokerto, Nugraha berharap agar Arsitektur Pemerintahan Digital dapat dijalankan dan difungsikan dengan baik, demi menjadikan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur.

“Dengan arsitektur Pemdi harapannya itu akan memudahkan langkah kita untuk mewujudkan goals lima tahun kedepan,” pungkas Nugraha Budhi Sulistya. (Cha/Habari.id)

Baca berita kami lainnya di