HABARI.ID, PEMPROV | KLB Malaria di Gorontalo darurat. Hingga Oktober 2026 tercatat 6.299 kasus dengan 18 kematian, melonjak dari 1.579 kasus (2024) dan 2.314 kasus (2025). Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan hal itu saat memimpin Rakor Lintas Sektor di Rujab Wagub, Kamis (15/10/2026).
Tiga daerah yang menjadi sorotan afalah Pohuwato, Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo. Genangan air bekas aktivitas tambang diduga jadi sarang nyamuk malaria. “Ini tidak bisa dianggap sepele. Pekerja tambang terinfeksi, pulang bawa penyakit ke keluarga. Rantai penularan harus kita putus sekarang,” tegas Idah.
Wagub menilai malaria sudah mengancam produktivitas dan nyawa warga. Ia menolak penanganan parsial. “Tidak bisa kerja sendiri-sendiri. KLB harus dijawab dengan aksi cepat, terpadu dan terukur,” ujarnya.
Idah memerintahkan kabupaten segera tindaklanjuti hasil rakor dengan pengendalian lingkungan, edukasi masyarakat, dan penanganan kasus. Target Zero Malaria 2030 harus dikejar dengan kerja keras dan kolaborasi berkelanjutan. (adv/habari.id)






