HABARI.ID, PEMPROV I Seperti yang pernah dikatakan Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, bangsa yang besar adalah bangsa yang mengharagai jasa para pahlawannya. Begitulah yang dilakukan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang menghargai perjuangan Tokoh Gorontalo, kritikus sastra legendaris H.B (Hans Bague) Jassin, dan Tokoh Pejuang Medis Prof. Dr. dr. Aloeio Saboe, diusulkan ke Menteri Kebudayaan RI, bergelar sebagai Pahlawan Nasional.
Pertemuan penting ini berlangsung santai tapi penuh khidmat di Kantor Kementerian Kebudayaan RI, Kompleks Kemendikbud, Gedung E, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).
Menariknya, selain sebagai Menteri Kebudayaan, Fadli Zon juga memegang posisi krusial sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK). Artinya, dokumen ini mendarat langsung di tangan orang yang tepat.
Perjuangan panjang Gubernur Gorontalo bukan proses semalam, penyerahan berkas ini adalah buah dari kerja keras dan konsistensi Pemprov Gorontalo bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD).
Gubernur Gorontalo telah mengawal proses ini sejak tahun lalu melalui riset sejarah yang mendalam, pengumpulan syarat formal, hingga menggelar seminar nasional guna memastikan rekam jejak kedua tokoh bersih tanpa celah sesuai regulasi negara.
Bagaimana tahapan selanjutnya, Fadli Zon sendiri menyambut hangat dokumen ini dan menjelaskan bahwa proses penentuan gelar Pahlawan Nasional berjalan lewat jalur yang super ketat:
Penyaringan dari Pemerintah Pusat, dokumen yang masuk akan diverifikasi secara administrasi dan substantif di tingkat pusat. Sebagai Ketua Dewan Gelar, Fadli Zon nantinya memimpin sidang objektif bersama sejarawan dan pakar ahli untuk menimbang kelayakan para tokoh.
Pada keputusan akhir, hasil rekomendasi dari Dewan Gelar kemudian diserahkan langsung kepada Presiden RI selaku pemegang keputusan final penganugerahan.
Dampak besar bagi literasi dan patriotisme Indonesia, tentu jika usulan ini lolos, dampaknya bakal sangat besar, bukan cuma buat kebanggaan warga Gorontalo, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia.
HB Jassin yang dijuluki “Paus Sastra Indonesia” bersama dr. Aloei Saboe yang mendedikasikan hidupnya untuk kesehatan di era kemerdekaan adalah simbol nyata bahwa pahlawan tidak hanya berjuang di medan perang.
Pengakuan nasional ini diharapkan mampu memicu semangat literasi, pelayanan medis, serta rasa cinta tanah air bagi generasi muda di era digital sekarang.(bm/habari.id).






