HABARI.ID, PEMPROV I Delapan diantara 268 pejabat administrator dan pengawas di lantik Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail di halaman Rumah Dinas Gubernur Kamis (29/01/2026), merupakan pejabat Dinsosdukcapil (Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Provinsi Gorontalo.
Delapan pejabat baru Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo itu diantaranya, enam pejabat administrator dan dua pengawas masing-masing Niveta Dwi Jayanti Paramata menjabat Sekretaris Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo. Kemudian Burhanudin Ahaya, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo.
Selanjutnya Sujono Said Antule, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo, Didi Wahyudi Bagoe sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo.
Indry Pakaya menjabat Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo, Fitri Ahmad sebagai Kepala Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo.
Dua pejabat pengawas di Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo yakni Syairul Hasanoeddin, menduduki jabatan Kepala Subbagian Kepegawaian dan Umum Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo. Terakhir Haryati Madina, sebagai Kepala Subbagian Keuangan Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo.
Sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata mempercepat proses serah terima jabatan sebagai wujud percepatan pelaksanaan program kegiatan di Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo.
“Serah terima jabatan ini bukan hanya sebatas menggugurkan kewajiban, atau sekedar melanjutkan proses pelantikan dilaksanakan Pemerintah Provinsi Gorontalo sebelumnya. Tetapi serah terima jabatan ini bagian dari keseriusan Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo, mempercepat realisasi program kegiatan sebagai instansi strategis dan vital,” jelas Reflin dalam sambutannya Senin (02/02/2026).
Ia tegaskan proses pelantikan pejabat administrator dan pengawas tidak hanya berakhir sampai pada serah terima jabatan, tetapi masih ada langkah assesment dan verifikasi sesuai kompetensi.
“Di tengah perkembangan teknologi digital, semua pelaksanaan program kegiatan dan tugas tentunya serba cepat. Artinya, kita semua minimal harus menyesuaikan dengan perkembangan yang ada, kalaupun ada inovasi itu sebuah capaian yang sangat baik. Assesment dan verifikasi adalah bagian dari proses itu pasca dilantik dan diserah terimakan jabatan bapak dan ibu. Saya ucapakan selamat dan mari pacu kinerja kita kedepan,” pungkasnya.(bm/habari.id).






