HABARI.ID, PEMPROV I Pengembangan pekerja migran adalah salah satu solusi bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi keluarga dan menekan angka pengangguran di daerah.
Begitu kata Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat meninjau lokasi pelaksanaan kegiatan sosialisasi penguatan relasi parent-child, peluang kerja luar negeri dan penyerahan sembako, paket sekolah, buku pelajaran dan alat olahraga Selasa (13/10/2026) di Azlea Convention Center, Kota Gorontalo.
“Keberadaan pekerja migran sangat penting, karena dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Dimana pendapatan yang diperoleh pekerja migran dari luar negeri, bisa membantu pemenuhan kebutuhan keluarga yang ada di dalam negeri khususnya Gorontalo ..,”
“Selain itu semakin banyak pekerja migran di Gorontalo, turut membantu Pemerintah Daerah dalam menekan angka pengangguran di daerah. Pengiriman tenaga kerja ke luar negeri membantu menyerap angkatan kerja yang belum tertampung oleh lapangan pekerjaan domestik ..,”
“Terakhir adalah tentang pengalaman kerja baru, etos kerja serta keahlian teknis yang dapat diterapkan saat kembali ke Tanah Air khususnya Gorontalo,” jelas Gubernur Gusnar.
Nah sebagai wujud Pemerintah Provinsi Gorontalo mendukung pengembangan pekerja migran di Gorontalo, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail berencana mengundang P4MI (Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Gorontalo, ke Kantor Gubernur Gorontalo.
“Di Gorontalo baru sekitar 45 orang pekerja migran dan didominasi pekerja migran di Jepang. Menurut saya, sosialisasi diberbagai lembaga tentu tidak cukup. Sehingga, P4MI Gorontalo harus turun ke tempat-tempat umum seperti warung kopi menggelar sosialisasi. Dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo sendiri, ketika kuota pekerja migran Gorontalo banyak, maka kami akan memperbesar LLK Gorontalo,” terang Gubernur Gorontalo.
Sementara itu Nova Kidamu, unsur P4Mi Gorontalo jelaskan saat ini P4MI Gorontalo hanya sebagai kantor pelayanan bagi masyarakat Gorontalo, yang ingin menjadi pekerja migran.
“Kalau kami di P4MI Gorontalo hanya melayani masyarakat yang ingin jadi pekerja migran, untuk pelatihannya di Surabaya selama tiga bulan. Setelah mereka selesai ikut pelatihan, maka perusahaan luar negeri yang siap mempekerjakan mereka,” jelas Nova.(bm/habari.id).






